Dear Ses,
Entahlah kalau aku menebak perasaanmu ketika membaca surat ini, mungkin terkejut ataukah malah bingung? Tidak tahu juga kenapa aku sampai menulis surat ini dan aku harap bisa menjelaskannya nanti. Sebelumnya…. Halooo!!! Apa kabarmu, Ses? Kamu masih baik-baik aja di Bandung kan? Dan apa kabar juga aku, Indra teman waktu SMP. Masih ingat kan? Atau sekarang kamu lagi mikir, siapa juga orang yang tiba-tiba aja ngirim surat dan ngaku-ngaku teman lama kamu. Memang norak ya? Ini aku Indra yang di kelas 2A SMP 2 Bandung. Yang waktu itu murid pindahan dari Ambon…. Semoga kamu ga lupa. Benar-benar lama banget ya, dihitung-hitung waktu itu tahun 1999 sampai 6 tahun sekarang, kamu mungkin ga punya lagi gambaran tentang Indra. Oh iya waktu itu aku ga lama-lama di kelas 2A. entah di pikiran kamu, aku ini orangnya seperti apa. Tapi jujur, kamu itu salah satu teman yang membuat aku cepat mengenali pergaulan di sekolah.
Aku ingat waktu pindahan dulu, aku masih bego-begonya. Kalau ga salah waktu itu kamu jadi sekretaris kelas yang mau nganterin aku ke seorang guru. Aduh, kamu baik-baik banget ya ama aku. Dan masih saja teringat di dalam pikiranku.
Oke, aku bakal ngejelasin kenapa aku tiba-tiba nulis surat ama kamu. Begini Ses, suatu malam di awal Februari tahun ini aku dapat mimpi tapi bukan mimpi jorok loh! Aku merasa mimpi itu bertemu lagi dengan teman-teman lama di SMP dan aku merasa senang banget. Akhirnya setelah aku terbangun dari tidur, mimpi itu mengingatkan aku kembali ke masa-masa aku pertama kali tiba di Bandung. Aku benar-benar merasakan de Javu, sebuah perasaan yang aneh dan terekam di alam bawah sadar aku. Kamu ngerti kan? Dan tiba-tiba saja yang terlintas di pikiran aku itu adalah dirimu, Ses. Benar, suer deh! Aku juga merasa aneh, koq jadi kepikiran kamu. Tapi maafkan aku, bukan maksud aku mau ngapa-ngapain kamu. Aku mencoba bersikap realistis, sosok seorang gadis bernama Ses yang pernah aku kenal dan dibandingkan dengan diri kamu sekarang mungkin saja sudah berbeda. Sudah hampir 6 tahun ini aku tidak pernah menjalin kontak, hal itu cukup bagi seseorang untuk melupakan orang yang pernah bertemu dalam perjalanan hidupnya.
Hanya hal itu yang ingin aku sampaikan padamu. Dalam surat ini, aku hanya ingin mengekspresikan perasaanku yang aneh ini dalam bentuk kata-kata yang bisu. Paling tidak aku sudah merasa lega menulis surat ini walaupun akan sangat memalukan kalau surat ini benar-benar sampai di tangan kamu. Aku tidak mengharapkan kalau kamu bakal membalas surat ini, ga perlu dibahas deh… yang penting kalau Ses sudah membaca surat ini, perasaanku sudah tenang. Terakhir, salam dariku buat keluarga Ses dan teman-teman SMP 2 Bandung.
12 Februari 2005
Recent Comments